Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kesehatan

Tak Kenal Usia! Komando Putra Sang Fajar Taklukkan Gunung Betet, Heru Santoso: Kuncinya Semangat

×

Tak Kenal Usia! Komando Putra Sang Fajar Taklukkan Gunung Betet, Heru Santoso: Kuncinya Semangat

Share this article
Example 468x60

BLITAR | Penajatimsatu.id – Aktivitas olahraga tidak harus selalu dilakukan di lapangan atau jalan raya. Bagi jajaran Ormas Komando Putra Sang Fajar, medan alam justru menjadi pilihan menarik untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat tali kekeluargaan.

Hal itu terlihat saat Ketua Ormas Komando Putra Sang Fajar, Heru Santoso, S.Sos, bersama sejumlah anggotanya melaksanakan kegiatan hiking sekaligus jogging di kawasan Gunung Betet, Kecamatan Lodoyo, Kabupaten Blitar.

Example 300x600

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda olahraga rutin yang biasanya dilaksanakan setiap Sabtu. Jika sebelumnya para anggota Komando Putra Sang Fajar mengisi akhir pekan dengan kegiatan gowes, kali ini mereka memilih suasana berbeda dengan menjajal medan menanjak Gunung Betet.

Heru Santoso mengatakan, perubahan aktivitas olahraga tersebut merupakan usulan dari para anggota yang menginginkan suasana baru sekaligus tantangan fisik yang berbeda.

“Biasanya setiap Sabtu kita melaksanakan kegiatan olahraga rutin, salah satunya gowes. Namun atas usulan teman-teman, kali ini kita ingin mencoba suasana dan pemandangan yang berbeda. Kalau sebelumnya gowes, sekarang kita melaksanakan jogging dan hiking di Gunung Betet,” ujar Heru disela-sela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata untuk berolahraga. Lebih dari itu, hiking menjadi momentum membangun kebersamaan dan menjaga kesehatan seluruh anggota.

“Tujuan utamanya adalah kebersamaan dan kekeluargaan. Yang paling penting, kita semua diberikan kesehatan,” katanya.

Heru menekankan, salah satu bagian tubuh yang harus mendapat perhatian seiring bertambahnya usia adalah kaki. Sebab, kaki menjadi tumpuan utama tubuh dalam menjalankan berbagai aktivitas.

“Kaki itu tumpuan dari badan kita. Semakin bertambah usia, biasanya kondisi kaki semakin rapuh. Karena itu harus tetap dilatih dan dijaga,” jelasnya.

Menariknya, mayoritas peserta hiking kali ini merupakan anggota yang usianya sudah tidak muda lagi. Bahkan, sebagian besar berada di usia 50 tahun ke atas. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk menaklukkan medan Gunung Betet.

Sesampainya di puncak, suasana justru berubah menjadi penuh keceriaan. Canda, tawa, dan semangat kebersamaan terlihat jelas dari seluruh anggota yang berhasil mencapai titik tujuan.

“Alhamdulillah, teman-teman bisa naik sampai ke puncak dan semuanya masih sehat. Di atas juga terlihat gembira, tertawa bersama. Ini menunjukkan bahwa usia bukan menjadi alasan untuk berhenti bergerak,” ungkap Heru.

Ia menilai usia bukan satu-satunya ukuran kemampuan fisik seseorang. Banyak orang yang masih muda, menurutnya, belum tentu memiliki kondisi fisik dan semangat seperti para peserta hiking tersebut.

“Kalau kita berbicara umur, kita tidak perlu membedakan tua atau muda. Banyak yang masih muda tetapi secara fisik sudah tidak mampu. Sebaliknya, teman-teman yang mayoritas berusia 50 tahun ke atas ini masih kuat dan sehat,” tuturnya.

Bagi Heru, kunci utama menjaga kebugaran bukan hanya latihan fisik, tetapi juga semangat dan keikhlasan dalam menjalani aktivitas bersama.

“Yang penting kuncinya adalah semangat. Kita melaksanakan kegiatan ini dengan ikhlas, penuh kebersamaan, seperti bersama keluarga,” pungkasnya.

Kegiatan hiking tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk menjaga kesehatan sekaligus memperkuat solidaritas. Dengan semangat kebersamaan, medan menanjak Gunung Betet pun terasa lebih ringan ditaklukkan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *