– Beredar di media sosial sebuah video yang disebut memperlihatkan Ketua DPP GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, saat kerusuhan pasca-demo di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis (27/8/2026) malam.
Kemunculan Hercules dalam video tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan warganet mengenai kepentingannya berada di lokasi kerusuhan.
Baca juga: Hercules Datang Saat Kerusuhan Usai Demo DPR, GRIB Jaya Sebut untuk Bubarkan Massa
Pengacara GRIB Jaya, Wilson Colling, membenarkan bahwa Hercules turun ke jalan malam itu. Namun, menurut Wilson, Hercules berada di lokasi untuk membantu membubarkan massa.
Meski demikian, belum ada penjelasan mengenai siapa yang menginstruksikan Hercules dan sejumlah anggota GRIB Jaya untuk turun tangan mengurai massa.
Hercules Turun ke Jalan
Dalam video yang beredar dan ramai diperbincangkan di media sosial, terlihat iring-iringan tiga mobil melintas di jalan tol yang kosong. Kendaraan tersebut kemudian berhenti sebelum jembatan penyeberangan orang (JPO).

Sejumlah sepeda motor turut mengiringi tiga mobil tersebut. Beberapa orang kemudian turun dari kendaraan sambil membawa bambu.
Sejumlah orang berjaket ojek online (ojol) dan mengenakan helm sempat mendekat. Namun, mereka kemudian kabur setelah melihat orang-orang yang berada di dalam mobil.
Baca juga: GRIB Jaya Benarkan Hercules Turun ke Jalan Saat Kerusuhan Usai Demo DPR, Ungkap Alasannya
Beberapa di antaranya terlihat dipukul menggunakan bambu hingga melompat ke sisi jalan.
Tak lama kemudian, massa dalam jumlah lebih banyak datang dari arah belakang mobil. Mereka tampak mengenakan ikat kepala berwarna putih dan membawa benda yang terlihat seperti bambu panjang.
“Maung! Maung! Langsung Hercules turun ke jalan!” seru perekam video.
Klarifikasi GRIB Jaya
Pengacara GRIB Jaya, Wilson Colling, membenarkan bahwa Hercules turun ke jalan pada malam tersebut.
Menurut Wilson, Hercules datang untuk membantu menertibkan massa. Ia disebut keluar dari mobil untuk meminta massa meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah masing-masing.
“Seruan untuk ‘pulang’ justru dapat dimaknai sebagai imbauan agar masyarakat atau massa meninggalkan lokasi secara tertib ketika situasi sudah tidak kondusif,” kata Wilson saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Sabtu (29/8/2026).
Baca juga: GRIB Jaya Bantah Terlibat Kerusuhan Usai Demo 27 Agustus di Gedung DPR
Wilson juga membantah keterlibatan GRIB Jaya dalam demonstrasi maupun kerusuhan.
Ia mengatakan, secara organisasi, anggota GRIB Jaya justru diminta tidak turun ke jalan saat massa melakukan demonstrasi ataupun ketika terjadi kerusuhan.
“Hal yang juga perlu ditegaskan adalah bahwa secara organisatoris tidak pernah ada instruksi untuk mengikuti demonstrasi maupun melakukan kegiatan apa pun yang berkaitan dengan aksi tersebut,” ujar dia.
Namun, Wilson tidak menjawab ketika ditanya mengenai pihak yang menginstruksikan Hercules untuk turun tangan membubarkan massa.
Sebab, sebelumnya Wilson mengatakan GRIB Jaya hanya akan turun apabila mendapat permintaan bantuan dari aparat penegak hukum.
Baca juga: Babak Baru Kasus GRIB Jaya Vs Anak Ahmad Bahar: Polda Metro Olah TKP dan Pengakuan Trauma
“Jika sewaktu-waktu kami dibutuhkan oleh aparat penegakan hukum dalam hal ini Polri dan TNI untuk kita menjaga ketertiban umum, ya kami memposisikan diri terlibat di dalam hal itu. Tapi jika polisi itu tidak melibatkan, ya kami tidak melibatkan, hanya untuk tidak ikut terlibat saja di dalam demonstrasi dan kerumunan itu sudah termasuk menjaga kenyamanan, ketertiban orang lain,” jelas dia.
Orang Berikat Kepala Putih Disebut Anggota GRIB Jaya
Dalam video tersebut, gerombolan orang yang mengenakan ikat kepala putih juga disebut sebagai anggota GRIB Jaya.
Namun, Wilson mengatakan pihaknya belum dapat mengonfirmasi apakah orang-orang tersebut benar merupakan anggota GRIB Jaya.
Baca juga: Saat Hendak Dibawa ke Markas GRIB, Putri Ahmad Bahar Sempat Mengulur Waktu
Sementara itu, polisi masih mendalami keterlibatan GRIB Jaya maupun organisasi masyarakat (ormas) lainnya dalam kerusuhan yang berlangsung hingga Jumat (28/8/2026) pagi.
“Kalau terkait tentang Ormas kami masih melakukan pendalaman terkait fakta harus terverifikasi. Kami mohon waktu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam konferensi pers, Jumat (28/8/2026).

















