Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Kebakaran Lahan Kepung Nabire, Api Berkobar Sepekan di Sejumlah Wilayah

×

Kebakaran Lahan Kepung Nabire, Api Berkobar Sepekan di Sejumlah Wilayah

Share this article
Example 468x60

Kebakaran lahan terus menghantui sejumlah wilayah di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Selama lebih dari sepekan terakhir, kepulan asap dan kobaran api dilaporkan muncul di sejumlah titik, membuat warga waspada dan petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra untuk mengendalikan api.

Dari data yang dihimpun Nabire News, kebakaran lahan terjadi di sejumlah lokasi, di antaranya Sairera SP 3, SP 2 Jalur 4, kawasan Waroki, Waharia, Sanoba tepatnya di belakang Masjid Al Anshor, hingga Banda Lama yang berada tidak jauh dari kawasan Kantor Gubernur Papua Tengah.

Example 300x600

Kondisi tersebut diperparah oleh musim kemarau yang melanda Kabupaten Nabire dalam kurang lebih dua bulan terakhir. Minimnya hujan membuat banyak lahan menjadi kering, sementara rerumputan, semak belukar, dan vegetasi yang mengering menjadi material yang sangat mudah terbakar.

Baca Juga: Sidang Perdana ABH Kasus Pembunuhan Remaja Waroki Digelar Senin

Dalam kondisi seperti ini, api kecil sekalipun dapat dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lahan lainnya, terutama ketika terdapat tiupan angin. Tak heran, sejumlah titik kebakaran dilaporkan muncul dalam beberapa hari terakhir di berbagai kawasan Nabire.

Api yang muncul di lahan-lahan tersebut tidak hanya membakar semak dan rerumputan kering. Kepulan asap yang membumbung tinggi juga menjadi pemandangan yang berulang di sejumlah kawasan Nabire.

Di beberapa lokasi, asap terlihat mengepul dari balik semak dan pepohonan, sementara bara api terus membakar bagian lahan yang kering. Kondisi ini membuat suasana di sekitar lokasi kebakaran terasa berbeda, terlebih bagi masyarakat yang tinggal tidak jauh dari titik api.

Baca Juga: Bripda Jhon Galu Situmorang Ditembak Diduga KKB di Tolikara

Di tengah kondisi tersebut, Damkar Papua Tengah bersama personel Polres Nabire bahu-membahu melakukan penanganan di sejumlah lokasi. Petugas harus mendatangi titik-titik kebakaran untuk memadamkan api sekaligus mencegah kobaran meluas ke area yang berdekatan dengan permukiman maupun fasilitas umum.

Kebakaran SP 3 Berlangsung Selama Sepekan

Salah satu titik kebakaran yang menjadi perhatian berada di kawasan SP 3. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran lahan di wilayah tersebut telah berlangsung kurang lebih satu minggu.

Lamanya kebakaran membuat kondisi lahan di sekitar lokasi terus dipenuhi asap. Api yang membakar vegetasi kering juga berpotensi kembali muncul ketika bara yang tersisa belum sepenuhnya padam.

Baca Juga: Kuasa Hukum ABH Kasus Pembunuhan Remaja di Waroki Perjuangkan Hak Pendidikan

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Pemadaman tidak cukup hanya dilakukan pada bagian lahan yang terlihat terbakar, tetapi juga harus memastikan titik-titik bara yang tersembunyi tidak kembali memicu api.

Kondisi kemarau membuat pekerjaan tersebut semakin berat. Lahan yang telah mengering menjadi mudah terbakar kembali, sehingga petugas harus memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Kebakaran yang terjadi secara berulang di sejumlah kawasan membuat persoalan ini tidak lagi terlihat sebagai kejadian yang berdiri sendiri.

Mulai dari kawasan SP 3, SP 2 Jalur 4, Waroki, Waharia, Sanoba hingga Banda Lama, titik-titik lahan yang terbakar tersebar di beberapa wilayah Nabire.

Kondisi tersebut membuat petugas harus bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Di beberapa tempat, kobaran api terlihat berada di lahan terbuka yang dipenuhi rerumputan dan semak kering sehingga api relatif mudah menjalar ketika tertiup angin.

Baca Juga: Komisi XIII Desak Aparat Selamatkan 9 Anak yang Disandera di Jila

Bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi, asap tebal menjadi gangguan tersendiri. Selain mengurangi jarak pandang, asap kebakaran lahan juga membuat suasana di sekitar lokasi terasa sesak dan tidak nyaman.

Kemarau Membuat Lahan Mudah Terbakar

Musim kemarau yang berlangsung sekitar dua bulan di Nabire menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi lahan semakin rentan terhadap kebakaran.

Tanah yang kehilangan kelembapan membuat rerumputan dan semak berubah menjadi kering. Vegetasi tersebut kemudian menjadi bahan bakar alami yang mudah menyala ketika terkena sumber api.

Baca Juga: Sembilan Warga Diduga Disandera KKB di Jila, Satgas ODC Dikerahkan

Kondisi ini membutuhkan kewaspadaan lebih dari seluruh masyarakat. Kebiasaan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, meski dilakukan dalam skala kecil, dapat berisiko memicu kebakaran yang lebih luas apabila api tidak diawasi dengan baik.

Rentetan kebakaran lahan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan.

Baca Juga: Lima Tersangka Pembunuhan Bripka Fredy Awes, Dua Tewas Saat Kabur

Jika api mulai terlihat membesar dan sulit dikendalikan, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Sebab, api yang awalnya hanya membakar semak di lahan kosong dapat berubah menjadi ancaman serius apabila merambat mendekati rumah, jalan, fasilitas umum maupun kawasan padat penduduk.

Untuk saat ini, kebakaran lahan di sejumlah wilayah Nabire masih menjadi perhatian, terutama karena beberapa titik dilaporkan terbakar berulang dan salah satunya, di kawasan SP 3, telah berlangsung sekitar satu pekan.

Di balik kepulan asap yang terlihat dari kejauhan, petugas terus berjibaku memastikan api tidak berubah menjadi bencana yang lebih besar bagi masyarakat Nabire. (*)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *