Sius Madi, warga Maumere berbagi cerita detik-detik merasakan gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) pagi hingga menyelamatkan diri.
Terlebih saat gempa dahsyat mengguncang, Sius Madi tengah dirawat di ruang Flamboyan RSUD TC Hillers Maumere.
Ditemui TribunFlores.com, Minggu (16/8/2026), dia mengisahkan kepanikan dan ketakutannya saat gempa terjadi.
Ketika itu Sius sedang berbaring dengan bantuan oksigen dan infus yang terpasang.
“Saat gempa itu saya sementara tidur. Istri sementara duduk,” ujar Sius.
Baca juga: Gempa M 7,7 Guncang Flores: Warga Bajawa Keluar Rumah Sambil Teriak, Hotel dan Rumah Rusak
Seketika gempa dahsyat mengguncang, istri Sius langsung mencabut selang oksigen dan infus yang terpasang.
Ia kemudian membawa Sius keluar dari ruangan untuk menyelamatkan diri.
Akibat gempa tersebut, Sius mengaku mengalami kepanikan berlebihan hingga tubuhnya terasa lemas.
“Sekitar jam sepuluh, perawat suruh kami berkumpul di sini,” ungkap Sius.
Dirawat di Posko Darurat
Saat ini, Sius menjalani perawatan di posko darurat yang disediakan di lokasi evakuasi RSUD TC Hillers Maumere.
Dirawat di dalam tenda terbuka, Sius menuturkan sirkulasi udara pada malam hari cukup mengganggu.
Ia mengaku kedinginan karena tempat tidurnya berada di bagian pinggir tenda.
Baca juga: Gempa Guncang Flores, Kesaksian Warga: Air Laut di Utara Ende Sempat Surut
Gempa Flores tersebut berpusat di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa dahsyat ini dirasakan di hampir seluruh wilayah Flores.
Kabupaten Sikka menjadi salah satu wilayah yang terdampak.
Tercatat sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan terdapat korban jiwa.
Hingga saat ini, masyarakat masih mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Sejumlah warga mengungsi ke posko-posko darurat, termasuk di Gelora Samador Maumere.
Bantuan dari berbagai pihak juga terus mengalir ke posko yang berada di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka.
53 Korban Tewas
Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 WIB, total jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M7,7 di Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 53 orang.
Korban meninggal paling banyak masih di Kabupaten Manggarai dengan 25 korban, disusul Kabupaten Manggarai Timur 20 korban.
Berikut data korban meninggal per kabupaten di NTT:
- Kabupaten Manggarai 25 orang
- Manggarai Timur 20 orang
- Sikka 4 orang
- Manggarai Barat 1 orang
- Nagekeo 1 orang
- Ende 2 orang

Dikutip dari laman resmi BNPB, pendataan korban maupun kerusakan pascagempa M7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan petugas gabungan.
Lebih dari 50 warga meninggal dunia dan ribuan rumah mengalami kerusakan.
Selain korban meninggal, petugas gabungan juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka.
Total korban luka-luka mencapai 137 jiwa.
Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.
Data sementara pada sore kemarin, total rumah rusak berat di Provinsi NTT mencapai 1.543 unit, rusak sedang 328 unit, dan rusak ringan 532 unit.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti:
- fasilitas pendidikan 87 unit
- tempat ibadah 50 unit
- kantor pemerintahan 76 unit
- sejumlah fasilitas umum lain
Baca juga: Pemerintah Targetkan Masa Tanggap Darurat Gempa NTT Selesai dalam 2-3 Minggu
Sementara pendataan warga yang mengungsi masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Hingga Minggu (16/8/2026) sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.
Gempa susulan tercatat berjumlah 995 kali dengan gempa yang dapat dirasakan masyarakat sebanyak 46 kali.

















