Sorak sorai penonton berubah jadi jeritan histeris dalam hitungan detik. Ajang Open Tournament Tidar Drag Race – Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, berubah menjadi lokasi tragedi setelah sebuah mobil balap oleng dan menghantam kerumunan warga yang menyaksikan dari tepi lintasan, Minggu (9/8/2026).
Rekaman amatir warga menangkap detik-detik menegangkan itu: sebuah mobil balap putih bercorak biru-kuning yang dikendarai Tian Ngantung dari Tim Balap McJoe Minahasa Utara melaju kencang mendekati garis finis, sebelum tiba-tiba kehilangan kendali.
Decit ban bercampur kepulan asap dan debu tebal mengiringi mobil yang menerjang keluar lintasan, tepat ke arah penonton yang berdiri berdesakan di dekat garis finis.
Dalam sekejap, suasana yang tadinya meriah berubah mencekam. Tubuh-tubuh penonton berjatuhan — sebagian terhantam langsung bodi mobil, sebagian lagi terkena pembatas jalan yang ikut terpental akibat benturan keras. Warga berhamburan menyelamatkan diri sembari bergegas mengevakuasi korban yang tergeletak, termasuk remaja perempuan dan anak-anak.
Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Langie yang turun langsung ke lokasi mengonfirmasi jumlah korban meninggal bertambah menjadi delapan orang.
“Yang pertama saya tentunya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang telah terjadi. Saya turut prihatin dan saya menyampaikan duka cita kepada keluarga… Sudah delapan orang yang meninggal dunia,” ujarnya.
Belasan korban luka dilarikan ke dua rumah sakit terdekat, RS Monompia dan RS Pobundayan, untuk penanganan medis darurat.
Data korban (RS Monompia):
Meninggal Dunia: Harianti Mokoginta (Bilalang 3 Utara)
Luka Berat: Nilawati Mokodongan, Hadi Toisi, Ali Jojang, Murdani Pobela, Muxin Dondo, Arhan Mokoginta, Rapiska Mokodongan, Enjelia Lito
Luka Ringan: Prasetio Mokodongan
Data korban (RS Pobundayan):
Meninggal Dunia: Lisma Mokoginta, Ali Ponamon, Risna Longkun, Biyo Mokoagow
Luka Berat: Johar Mokoginta, Rina Longkun, Rugaina Menangin
Kapolda menegaskan pihaknya akan segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
“Hari ini saya akan melakukan penelitian dan penyelidikan yang intensif dan mendalam, hal-hal apa yang menyebabkan sehingga terjadi crash atau kecelakaan ini,” tegasnya.
Ia juga memastikan proses hukum akan berjalan lurus jika ditemukan unsur pelanggaran dalam penyelenggaraan acara.
“Bukan mencari kesalahan, ya… Tapi tentunya kita kan harus melihat. Kalau ada pelanggaran hukum, saya harus proses. Karena ini bagian daripada pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Deidy Wuisan

















